Selasa, 10 Agustus 2010

Askep Diare

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal ( lebih dari 3 x ) serta perubahan dalam isi. Dan konsistensi. Hal ini biasanya dihubungkan dengan dorongan ketidaknyamanan perineal, inkontinensia, atau kombinasi dari factor – factor ini. Adanya kondisi yang meyebabkan perubahan pada sekresi usus, absorbsimukosal, atau motilitas dapat menimbulkan diare.
Diare dapat bersifat akut maupun kronik, ini dapat diklasifikasikan dalam volume tinggi, volume rendah, sekresi, osmotic, atau campuan. Diare dengan volume banyak, terjadi bila terdapat lebih dari 1 liter feses cair yang dihasilkan perhari. Daire dengan volume sedikit terjadio bila terdapat kurang dari 1 liter feses cair yang dihasilkan perhari.
Daire dapat disebabkan oleh obat – obat5an tertentui ( penggunaan hormon tyroid, pelunak feses dan laksatif, antibiotik, kemoterapi, dan antasida), pemberian makana perselang, gangguan metabolic, dan endokrin, ( diabetes, Addison, tiroksikosis ). Sera psoses infeksi virus, bakteri, disentri, sigellis dan keracunan makanan.
Proses penyakit lain yang dihubungkan dengan diare adalah gangguan nutrisi dan malabsorbsi ( sindrom usus peka, colitis ulseratif, enteritis regional, dan penyakit seliaka ), sedisif spingter anal, sindrom zollinger, paralitik, dan obstruksi usus.

I.1. TUJUAN PENULISAN
1. mengetahui proses terjadinya diare
2. mengetahui asuhan keperawatan pada kasus diare.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PATOFISIOLOGI
Diare sekresi biasanya diare dengan volume banyak disebabkan oleh peningkatan produksi dan sekresi air, serta elektrolit oleh mukosa usus, kedalam lumen usus.
Diare osmotic terjadi bila air terdorong kedalam usus oleh tekanan osmotic dari partikel yang tidak dapat diabsorsi sehingga reabsobsi air menjadi lamabat.
Diare osmotic campuran disebabkan oleh pebingkatan kerja peristaltic dari usus, ( biasanya karena penyakit usus implamasi, dari kombinasi peningkatan sekresi atau penurunan absorbsi dalam usus).
B. MANIFESTASI KLINIK
Frekuensi defikasi meningkat bersamaan dengan meningkatnya kandungan cairan dalam feses. Pasien mengeluh kram perut, distensi, gemuruh usus ( borboringus ), anoreksia, dan haus. Kontraksi spamosik yang nyeri dan peregangan yang tidak efektif pada anus dapat terjadi pada setiap defikasi.
Diare dapat eksploratif atau bertahap dalam sifat dan awitan. Gejala yang berkaitan langsung dalam diare diantaranya adalah dehidrasi dan kelemahan.
Feses berair adalah karakteristik dari penyakit usus halus dan adanya mucus dan pus dalam feses menunjukkan adanyaenteritis inflamsi atau colitis.
Diare nocturnal merupakan manifestasi dari neoropati diabetik .
C. EVALUASI DIAGNOSTIK
Apabila penyebab diare tidak terbuktikan maka tes diagnostik berikut harus dilakukan yaitu :
- hitung darah lengkap
- sifat kimia
- urinalisis
- pemeriksaan feses rutin
- pemeriksaan fese untuk infeksius atau parsit

D. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan medis utama diarahkan peda pengendalian atau pengobatan penyakit dasar. Obat – obatan tertentumisalnya prednison dapat mengurangi beratnya diaere dan penyakit.
Untuk diare ringan cairan oral dengan segera dotongkatkan dan glukosa oral serta larutan lektrolit dapat diberikan untuk rehidrasi ringan.
E. KOMPLIKASI
- Potensial terhdap disritmia jantung
- Haluan urine kurang dari 30 ml/jam
- Kelemahan otot
- Paratesia
- Hipotensi
- Anoreksia
- Mengantuk
- Kadar kalium dibawah 3.0 mEq
- Kontraksi ventrikel prematur


BAB III
PROSES KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
Riwayat kesehatan diambil untuk menidentifikasi awitan dan pola diare serta pola eliminasi pasien sebelumnya, terapi obat obatan saat ini riwayat medis dan bedah terlebih dahulu, asupan diet harian, dan jadwal makan didiskusikan.
Laporan tentang pajanan terakhir terhadap penyakit akut atau perjalaann kearea geografis. Pasien juga ditanya tentang :
1. kram abdomen dan nyeri,
2. frekuensi, dan doromham pengeluaran feses, .
3. adanya feses cair atau berminyak,.
4. mucus,
5. pus,
6. dan darah dalam feses.
Pengkajian obyektif menyangkut :
1. penimbagan berat badan pasien,
2. hipotensi postural
3. takikardia
4. infeksi feses dalam hal konsistensi, bau dan warna
5. auskultasi abdomen menunjukkan adanya bising usus dan karakteristiknya.
6. Membaran mukosa dan kulit diinpeksi
7. Kulit perinial dinpeksi

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. diare berhubungan dengan inpeksi ingesti makanan, atau gangguan usus
2. resiko terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan pasase feses yang sering dan kurangnnya asupan cairan
3. ansietas berhubungan dengan eliminasi yang sering dan tidak terkontrol
4. resiko terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pasase feses yang sering atau encer.

C. PERENCANAAN
1. diare berhubungan dengan inpeksi ingesti makanan, atau gangguan usus
intervensi : beri larutan dehidrasi oral
rasional : p;engganti kehilangan cairan
intervensi : berikan dan pantau cairan IV
rasional : untuk dehidrasi hebat dan muntah
intervensi : beri agen anti mikroba
rasional : mengobati patogen khusus yang menyebabkan kehilangan cairan

2. resiko terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan pasase feses yang sering dan kurangnnya asupan cairan
intervensi : beri larutan dehidrasi oral
rasional : p;engganti kehilangan cairan
intervensi : berikan dan pantau cairan IV
rasional : untuk dehidrasi hebat dan muntah
intervensi : beri agen anti mikroba
rasional : mengobati patogen khusus yang menyebabkan kehilangan cairan

3. ansietas berhubungan dengan eliminasi yang sering dan tidak terkontrol
intervensi : beri perawatan dan empeng
rasional : untuk memberikan rasa nyaman
dorong kunjungn dan partisipasi keluarga
rasional : mencegah stress yang berhubungan dengan perpisahan
intervensi : sentuh dan gendong
rasional : menghilangkan rasa stress
4. resiko terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pasase feses yang sering atau encer.
Intervensi : gantib popok sesering mungkin
Rasional : menjaga kulit agar tetap bersih
Intervensi : beri salep
Rasional : melindungi kulit dari iritasi
Intervensi : hindarimenggunakan tissu basa
Rasional : karena akan menyebabkan rasa menyengat.



BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Diare sekresi biasanya diare dengan volume banyak disebabkan oleh peningkatan produksi dan sekresi air, serta elektrolit oleh mukosa usus, kedalam lumen usus.
Diare osmotic terjadi bila air terdorong kedalam usus oleh tekanan osmotic dari partikel yang tidak dapat diabsorsi sehingga reabsobsi air menjadi lamabat.
Diare osmotic campuran disebabkan oleh pebingkatan kerja peristaltic dari usus, ( biasanya karena penyakit usus implamasi, dari kombinasi peningkatan sekresi atau penurunan absorbsi dalam usus).

B. SARAN
Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan

DAFTAR PUSTAKA

1. Dr. Sumarno. Demam Berdarah ( dengue ) Pada Anak. Universitas Indonesia.
2. Mubin Halim, Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi. Penerbit Buku Kedokteran. EGC.
3. Junadi Purnawan. Edisi Kedua. Kapita Selecta Kedokteran. FK UI. 1982
4. Brunner. Keperawatan Medical Bedah. EGC
5. Jurnal Internat WWW. GOEGLE.Com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar